Thursday, 23 April 2020

Mendoakan hidayah dan kebaikan kepada kaum non-muslim



Thufail bin Amir pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengadukan pembangkangan yang dilakukan kaumnya. Thufail mengatakan,

إِنَّ دَوْسًا قَدْ عَصَتْ وَأَبَتْ ، فَادْعُ اللَّهَ عَلَيْهِمْ

“Sesungguhya suku Daus telah bermaksiat dan enggan menerima islam. Doakanlah keburukan untuk mereka.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,

اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا وَأْتِ بِهِمْ

“Ya Allah, berilah petunjuk kepada suku Daus dan datangkanlah mereka (ke Madinah).” (HR. Bukhari no. 2937 dan Muslim no. 2524)

Imam Bukhari membuat judul bab untuk hadith ini dalam sahihnya,

بَابُ الدُّعَاءِ لِلْمُشْرِكِينَ بِالْهُدَى لِيَتَأَلَّفَهُمْ

Bab: mendoakan kebaikan untuk orang musyrik dalam bentuk permohonan hidayah agar boleh mengambil hati mereka.

Hadith lain


استسقى النبيُّ صلى الله عليه وسلم فسقاه يهوديٌّ، فقال له النبيّ صلى الله عليه وسلم ;جَمَّلَكَ اللَّهُ فما رأى الشيب حتى ماتَ.

Nabi saw meminta air minum, lalu ada seorang yang beragama Yahudi memberinya. Nabi saw rkata kepadanya, ‘Semoga Allah menjaga ketampananmu.’ Maka berkat doa ini, orang Yahudi tersebut tidak terlihat ubannya hingga mati (HR. Ibnu Sunni dalam Amal al-Yaum wa Lailah hal. 289 dari Anas bin Malik ra. Didhaifkan oleh an-Nawawi dalam al-Azkar no. 960

Rujukan

Al-Afkar no. 61

Fatwa Ask Imam no. 19870

No comments:

Post a Comment

Kebiasaan waktu muda akan menjadi kebiasaan waktu tua, maka peliharalah adab dikala muda

  Berkata hukamak:   من شب على شئ شاب عليه   Barang siapa pada masa mudanya biasa berbuat atas sesuatu, nescaya pada masa tuanya ter...