Sunday, 18 April 2021

10 perkara tanda hati telah mati

 

Suatu hari, Ibrahim bin Adham rahimahullah berlalu melewati pasar Bashrah, kota terbesar kedua di Irak, terletak sekitar 545 km dari Baghdad. Manusia pun berkumpul kepadanya seraya berkata:

 

“Wahai Abu Ishaq, sesungguhnya Allah berfirman dalam kitab-Nya: ‘Berdoalah kepada-Ku, nescaya akan Ku-kabulkan bagi kalian’. Sudah sekian lama kami berdoa tapi tidak dikabulkan.”

 

Beliau menjawab:

 

يَا أَهْلَ الْبَصْرَةِ، مَاتَتْ قُلُوبُكُمْ فِي عَشَرَةِ أَشْيَاءَ، أَوَّلُهَا: عَرَفْتُمُ اللَّهَ ولَمْ تُؤَدُّوا حَقَّهُ، الثَّانِي: قَرَأْتُمْ كِتَابَ اللَّهِ ولَمْ تَعْمَلُوا بِهِ، وَالثَّالِثُ: ادَّعَيْتُمْ حُبَّ رَسُولِ اللَّهِ وَتَرَكْتُمْ سُنَّتَهَ، وَالرَّابِعُ: ادَّعَيْتُمْ عَدَاوَةَ الشَّيْطَانِ وَوَافَقْتُمُوهُ، وَالْخَامِسُ: قُلْتُمْ نُحِبُّ الْجَنَّةَ ولَمْ تَعْمَلُوا لَهَا، وَالسَّادِسُ: قُلْتُمْ نَخَافُ النَّارَ وَرَهَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِهَا، وَالسَّابِعُ: قُلْتُمْ إِنَّ الْمَوْتَ حَقٌّ وَلَمْ تَسْتَعِدُّوا لَهُ، وَالثَّامِنُ: اشْتَغَلْتُمْ بِعُيُوبِ إِخْوَانِكُمْ وَنَبَذْتُمْ عُيُوبَكُمْ، وَالتَّاسِعُ: أَكَلْتُمْ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ ولَمْ تَشْكُرُوهَا، وَالْعَاشِرُ: دَفَنْتُمْ مَوْتَاكُمْ وَلَمْ تَعْتَبِرُوا بِهِمْ

 

“Wahai penduduk Bashrah, hati kalian telah mati pada sepuluh perkara: Pertama, kalian mengenal Allah, tapi tidak menunaikan hakNya. Kedua, kalian membaca Al-Quran, tapi kalian tidak mengamalkannya. Ketiga, kalian mengaku mencintai Rasulullah , tapi kalian meninggalkan Sunnahnya. Keempat, kalian mengaku memusuhi syaitan, tapi kalian malah mematuhinya dan tidak menentangnya. Kelima, mengakui bahawa syurga itu benar adanya, tapi kalian tidak beramal untuk (memasuki)nya. Keenam, kalian mengatakan bahawa kami takut dari Neraka, tapi kalian menggadai diri-diri kalian untuk Neraka. Ketujuh, kalian mengatakan bahawa kematian adalah benar adanya, tapi kalian tidak bersiap untuknya. Kelapan, kalian sibuk membicarakan aib-aib saudara-saudara kalian, sedang kalian mencampakkan aib-aib kalian sendiri. Kesembilan, kalian memakan nikmat-nikmat Rabb kalian, tapi kalian tidak menunaikan kesyukuran kepada-Nya. Kesepuluh, kalian telah mengubur orang-orang mati kalian, tapi kalian tidak mengambil pelajaran darinya.”

 

[Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilayatul Auliya’ 8/15-16. Disebutkan juga oleh Ibnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayan Al-‘Ilm no. 1220, Asy-Syathibi dalam Al-I’tisham 1/149 (Tahqiq Masyhur Hasan), dan Al-Absyihy dalam Al-Mustathraf 2/329.]

No comments:

Post a Comment

Kebiasaan waktu muda akan menjadi kebiasaan waktu tua, maka peliharalah adab dikala muda

  Berkata hukamak:   من شب على شئ شاب عليه   Barang siapa pada masa mudanya biasa berbuat atas sesuatu, nescaya pada masa tuanya ter...