Matan hadith
مَنْ ذَكــَـرَنِى فـَـقـــَدْ ذَكــَـرَ الله َ وَمَنْ أَحَبـَّـنِى
فـَقــَدْ أَحَبَّ الله َ وَالــْمـــُصَلــِّى عـَـلــَيَّ نـــَاطِـقٌ
بــِذِكـــْر ِ الله
Terjemahan
Barangsiapa menyebut namaku ya
sayyidi ya Rasulullah (zikir / ingat kepadaku), maka sesungguhnya ia telah
menyebut / berzikir kepada Allah, dan barangsiapa mencintai aku, maka sesungguhnya
ia telah mencintai Allah, dan orang yang membaca selawat kepadaku termasuk
berzikir kepada Allah
Takhrij
Teks hadith dengan pengertian
bathil begini ditemukan dalam kitab Sa’adatul Darain hal. 512, tanpa sanad. Ia
tak ditemukan dalam kitab-kitab hadith muktabar Sunnah.
Maknanya dipaksa-paksa untuk
menjadikan zikrullah itu kepada menyebut namaku ya sayyidi ya Rasulullah????
Rujuk http://shalawatwahidiyah.blogspot.com/2014/05/yaa-sayyidii-yaa-rosuulalloh-kisah-dan_31.html untuk melihat pendalilan selawat Ya saiyyidil
Ya Rasulullah
Mereka menambah-nambah pengertian
yang tidak warid (tulisan merah)
Malah dijelaskan dengan
hadith-hadith lain yang berikut:-
قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذِكْرُ الْأَنْبِيَاءِ مِنَ
الْعِبَادَةِ وَذِكْرُ الصَّالِحِيْنَ كَفَّارَةٌ وَذِكْرُ الْمَوْتِ صَدَقَةٌ
وَذِكْرُ الْقَبْرِ يُقَرِّبُكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ
Bersabda Rasulullah SAW, ingat (lebih-lebih menyebut) Nabi-nabi termasuk ibadah, dan ingat para solihin
adalah bayar kifarah, dan ingat pati adalah sedekah, dan ingat kubur mendekatkan
kamu sekalian kepada syurga (HR. Dailami dalam Musnad Firdaus, daripada Muaz
bin Jabal ra. dan Syeikh al-Albani menilai hadith ini palsu dalam Silsilah
hadith Dhaif no. 1932).
قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذِكْرُ عَلِيٍّ عِبَادَةٌ
Zikir (lebih-lebih menyebut) kepada saya adalah ibadah (HR. ad-Dailami
dalam Musnad Firdaus no. 3151 dan Tarikh Dimasyq 32/356, daripada Aisyah ra,
Ibnu Katsir menilai hadith ini tidak sahih dalam Bidayah wa Nihayah 7/371, dan
dinilai palsu oleh Syeikh al-Albani dalam Dhaif Jami’ no. 3049).
مـَـنْ أَحَـبَّ شَـيْئاً
أَكْــثَرَ مِــنْ ذِكْـــــرِهِ
Barangsiapa mencintai sesuatu, dia banyak menyebut /
mengingat sesuatu itu (HN. As-Suyuthi dalam Jamus Saghir, daripada Aisyah ra,
dan dinilai dhaif oleh Syeikh al-Albani dalam Dhaif jami’ no. 5341).
أَلاَ لاَ إِيـْمَـانَ
لِـمَـنْ لاَ مَحَـبَّـةَ لَـهُ ,
لاَ إِيـْمَـانَ لِـمَـنْ لاَ
مَـحَـبَّـةَ لَـــهُ
Tidak disebut beriman orang yang
tidak mempunyai rasa cinta…(Hasyiah al- Shawi Ala Tafsir Jalalain 4/1252 atau
3/58, Darul Fikr. Hadith ini di masukkan oleh Syeikh Ibn Sandarusi dalam kitab
himpunan hadith sangat lemah, palsu dan lemah beliau, al-Kashf al-ilahi ʻan
Shadd al-ḍhaif wa-al-mawḍhuʻ wa-al-Wahi 2/842).
لاَ يـُؤْ مِنُ أَحَـــدُكُـمْ حَـتَّى أَكُــوْنَ أَحَــبَّ إِلَـيْـهِ
مِــنْ نـَفْـسِهِ وَمَـالِـــهِ وَالـنَّاسِ أَجْـمَـعِـــيْنَ
Tidaklah sempurna iman salah satu dari kamu sekalian sehingga Aku lebih
dicintai dari pada dirinya sendiri, hartanya dan manusia semuanya (HR.
Bukhari).
Matan ini dinisbahkan riwayatnya kepada sahih Bukhari, ternyata matannya
bukanlah sedemikian, melainkan diberikan tafsiran yang salah.
Yang tepat adalah:-
sebagaimana
diberitakan Abu Hurairah :
فَوَ الَذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ
أَحَبَّ إِلَيْهِ مِن وَلَدِهِ وَ وَالِدِهِ
Demi Zat yang jiwaku
di tanganNya. Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian, hingga menjadikan
aku lebih ia cintai dari anaknya dan orang tuanya (HR. Bukhari no. 14).
Juga sabda Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ
إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Tidak sempurna iman
salah seorang dari kalian, hingga menjadikan aku lebih ia cintai dari orang
tuanya, anaknya dan seluruh manusia (HR. Bukhari no. 15).
Rujukan
http://shalawatwahidiyah.blogspot.com/2014/05/yaa-sayyidii-yaa-rosuulalloh-kisah-dan_31.html
https://www.facebook.com/groups/1137996659559887/permalink/1172599136099639/
No comments:
Post a Comment