Thursday, 21 January 2021

Hadith kelebihan selawat Ya sayyidi ya Rasulullah

 

Matan hadith

 

مَنْ ذَكــَـرَنِى فـَـقـــَدْ ذَكــَـرَ الله َ وَمَنْ أَحَبـَّـنِى فـَقــَدْ أَحَبَّ الله َ وَالــْمـــُصَلــِّى عـَـلــَيَّ نـــَاطِـقٌ بــِذِكـــْر ِ الله

 

Terjemahan

 

Barangsiapa menyebut namaku ya sayyidi ya Rasulullah (zikir / ingat kepadaku), maka sesungguhnya ia telah menyebut / berzikir kepada Allah, dan barangsiapa mencintai aku, maka sesungguhnya ia telah mencintai Allah, dan orang yang membaca selawat kepadaku termasuk berzikir kepada Allah

 

Takhrij

 

Teks hadith dengan pengertian bathil begini ditemukan dalam kitab Sa’adatul Darain hal. 512, tanpa sanad. Ia tak ditemukan dalam kitab-kitab hadith muktabar Sunnah.

 

Maknanya dipaksa-paksa untuk menjadikan zikrullah itu kepada menyebut namaku ya sayyidi ya Rasulullah????

 

Rujuk http://shalawatwahidiyah.blogspot.com/2014/05/yaa-sayyidii-yaa-rosuulalloh-kisah-dan_31.html  untuk melihat pendalilan selawat Ya saiyyidil Ya Rasulullah

 

Mereka menambah-nambah pengertian yang tidak warid (tulisan merah)

 

Malah dijelaskan dengan hadith-hadith lain yang berikut:-

 

 

قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذِكْرُ الْأَنْبِيَاءِ مِنَ الْعِبَادَةِ وَذِكْرُ الصَّالِحِيْنَ كَفَّارَةٌ وَذِكْرُ الْمَوْتِ صَدَقَةٌ وَذِكْرُ الْقَبْرِ يُقَرِّبُكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ

 

Bersabda Rasulullah SAW, ingat (lebih-lebih menyebut) Nabi-nabi termasuk ibadah, dan ingat para solihin adalah bayar kifarah, dan ingat pati adalah sedekah, dan ingat kubur mendekatkan kamu sekalian kepada syurga (HR. Dailami dalam Musnad Firdaus, daripada Muaz bin Jabal ra. dan Syeikh al-Albani menilai hadith ini palsu dalam Silsilah hadith Dhaif no. 1932).

 

قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذِكْرُ عَلِيٍّ عِبَادَةٌ

 

Zikir (lebih-lebih menyebut) kepada saya adalah ibadah (HR. ad-Dailami dalam Musnad Firdaus no. 3151 dan Tarikh Dimasyq 32/356, daripada Aisyah ra, Ibnu Katsir menilai hadith ini tidak sahih dalam Bidayah wa Nihayah 7/371, dan dinilai palsu oleh Syeikh al-Albani dalam Dhaif Jami’ no. 3049).

 

مـَـنْ أَحَـبَّ  شَـيْئاً أَكْــثَرَ مِــنْ ذِكْـــــرِهِ

 

Barangsiapa  mencintai sesuatu, dia banyak menyebut / mengingat sesuatu itu (HN. As-Suyuthi dalam Jamus Saghir, daripada Aisyah ra, dan dinilai dhaif oleh Syeikh al-Albani dalam Dhaif jami’ no. 5341).

 

 

   أَلاَ لاَ إِيـْمَـانَ  لِـمَـنْ لاَ مَحَـبَّـةَ  لَـهُ , لاَ إِيـْمَـانَ  لِـمَـنْ لاَ مَـحَـبَّـةَ  لَـــهُ

 

Tidak disebut beriman orang yang tidak mempunyai rasa cinta…(Hasyiah al- Shawi Ala Tafsir Jalalain 4/1252 atau 3/58, Darul Fikr. Hadith ini di masukkan oleh Syeikh Ibn Sandarusi dalam kitab himpunan hadith sangat lemah, palsu dan lemah beliau, al-Kashf al-ilahi ʻan Shadd al-ḍhaif wa-al-mawḍhuʻ wa-al-Wahi 2/842).

 

 

لاَ يـُؤْ مِنُ أَحَـــدُكُـمْ حَـتَّى أَكُــوْنَ أَحَــبَّ إِلَـيْـهِ مِــنْ نـَفْـسِهِ وَمَـالِـــهِ وَالـنَّاسِ أَجْـمَـعِـــيْنَ

 

Tidaklah sempurna iman salah satu dari kamu sekalian sehingga Aku lebih dicintai dari pada dirinya sendiri, hartanya dan manusia semuanya (HR. Bukhari).

 

Matan ini dinisbahkan riwayatnya kepada sahih Bukhari, ternyata matannya bukanlah sedemikian, melainkan diberikan tafsiran yang salah.

 

Yang tepat adalah:-

 

sebagaimana diberitakan Abu Hurairah :

 

فَوَ الَذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِن وَلَدِهِ وَ وَالِدِهِ

 

Demi Zat yang jiwaku di tanganNya. Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian, hingga menjadikan aku lebih ia cintai dari anaknya dan orang tuanya (HR. Bukhari no. 14).

 

Juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

 

 لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

 

Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian, hingga menjadikan aku lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia (HR. Bukhari no. 15).

 

 

Rujukan

 

http://shalawatwahidiyah.blogspot.com/2014/05/yaa-sayyidii-yaa-rosuulalloh-kisah-dan_31.html

 

https://www.facebook.com/groups/1137996659559887/permalink/1172599136099639/

No comments:

Post a Comment

Kebiasaan waktu muda akan menjadi kebiasaan waktu tua, maka peliharalah adab dikala muda

  Berkata hukamak:   من شب على شئ شاب عليه   Barang siapa pada masa mudanya biasa berbuat atas sesuatu, nescaya pada masa tuanya ter...