Sunday, 18 April 2021

Hadith larangan menuduh orang kafir (takfir)

 

Sesiapa yang menuduh seseorang yang tidak kafir itu kafir, maka kafir itu berbalik kepada dirinya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

 

 

أَيُّمَا رَجُلٍ قَالَ لِأَخِيهِ يَا كَافِرُ، فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا

 

Mana-mana orang yang mengatakan kepada saudaranya: Wahai kafir. Maka jatuhlah (kafir itu) ke atas salah seorang daripadanya (HR. Bukhari no. 6104 dan Muslim no. 111).

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam memperingatkan dengan keras tentang tidak bolehnya seseorang menuduh orang lain dengan “kafir” atau “musuh Allah”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

 

 أَيُّمَا امْرِئٍ قَالَ ِلأَخِيْهِ: يَا كَافِرُ، فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا، إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ، وَإِلاَّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ.

 

Barangsiapa yang mengatakan kepada saudaranya “wahai kafir”, maka dengan ucapan itu akan kembali kepada salah satu dari keduanya, apabila seperti yang ia katakan; namun apabila tidak, maka akan kembali kepada yang menuduh (HR. Muslim no. 60).

 

 Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

 

 وَمَنْ دَعَا رَجُلاً بِالْكُفْرِ، أَوْ قَالَ: عَدُوَّ اللهِ، وَلَيْسَ كَذَلِكَ إِلاَّ حَارَ عَلَيْهِ. …

 

Dan barangsiapa yang menuduh kafir kepada seseorang atau mengatakan ia musuh Allah, sedangkan orang tersebut tidaklah demikian, maka tuduhan tersebut berbalik kepada dirinya sendiri (HR. Muslim no. 61).

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

 

 لاَ يَرْمِي رَجُلٌ رَجُلاً بِالْفُسُوْقِ، وَلاَ يَرْمِيْهِ بِالْكُفْرِ، إِلاَّ اِرْتَدَّتْ عَلَيْهِ إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كَذَلِكَ.

 

Janganlah seseorang menuduh orang lain dengan kefasikan ataupun kekufuran, kerana tuduhannya akan kembali kepada dirinya, jika orang yang dituduh tidak seperti yang ia tuduhkan (HR. Bukhari no. 6045).

 

Berdasarkan hadith tersebut, al-Isfirayini mengatakan sesiapa yang membid’ahkan orang yang tidak bid’ah, menyesatkan orang yang tidak sesat atau mengkafirkan orang yang tidak kafir, maka hukum tersebut akan kembali kepadanya. (Al-Tabsir fi al-Din, 180).

No comments:

Post a Comment

Kebiasaan waktu muda akan menjadi kebiasaan waktu tua, maka peliharalah adab dikala muda

  Berkata hukamak:   من شب على شئ شاب عليه   Barang siapa pada masa mudanya biasa berbuat atas sesuatu, nescaya pada masa tuanya ter...