Sesiapa yang menuduh seseorang
yang tidak kafir itu kafir, maka kafir itu berbalik kepada dirinya. Hal ini
berdasarkan sabda Rasulullah SAW:
أَيُّمَا رَجُلٍ قَالَ لِأَخِيهِ يَا كَافِرُ، فَقَدْ بَاءَ بِهَا
أَحَدُهُمَا
Mana-mana orang yang mengatakan
kepada saudaranya: Wahai kafir. Maka jatuhlah (kafir itu) ke atas salah seorang
daripadanya (HR. Bukhari no. 6104 dan Muslim no. 111).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
salam memperingatkan dengan keras tentang tidak bolehnya seseorang menuduh
orang lain dengan “kafir” atau “musuh Allah”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
salam bersabda:
أَيُّمَا امْرِئٍ قَالَ ِلأَخِيْهِ: يَا كَافِرُ، فَقَدْ
بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا، إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ، وَإِلاَّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ.
Barangsiapa yang mengatakan
kepada saudaranya “wahai kafir”, maka dengan ucapan itu akan kembali kepada
salah satu dari keduanya, apabila seperti yang ia katakan; namun apabila tidak,
maka akan kembali kepada yang menuduh (HR. Muslim no. 60).
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
…وَمَنْ دَعَا رَجُلاً بِالْكُفْرِ، أَوْ قَالَ: عَدُوَّ
اللهِ، وَلَيْسَ كَذَلِكَ إِلاَّ حَارَ عَلَيْهِ. …
Dan barangsiapa yang menuduh
kafir kepada seseorang atau mengatakan ia musuh Allah, sedangkan orang tersebut
tidaklah demikian, maka tuduhan tersebut berbalik kepada dirinya sendiri (HR.
Muslim no. 61).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
salam bersabda:
لاَ يَرْمِي رَجُلٌ رَجُلاً بِالْفُسُوْقِ، وَلاَ
يَرْمِيْهِ بِالْكُفْرِ، إِلاَّ اِرْتَدَّتْ عَلَيْهِ إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ
كَذَلِكَ.
Janganlah seseorang menuduh orang
lain dengan kefasikan ataupun kekufuran, kerana tuduhannya akan kembali kepada
dirinya, jika orang yang dituduh tidak seperti yang ia tuduhkan (HR. Bukhari
no. 6045).
Berdasarkan hadith tersebut,
al-Isfirayini mengatakan sesiapa yang membid’ahkan orang yang tidak bid’ah,
menyesatkan orang yang tidak sesat atau mengkafirkan orang yang tidak kafir,
maka hukum tersebut akan kembali kepadanya. (Al-Tabsir fi al-Din, 180).
No comments:
Post a Comment